Rabu, 25 Maret 2015

KESAKITANKU KEHIDUPANKU



KESAKITANKU KEHIDUPANKU
Oleh : Fatwah Fathurrohmah

Pagi yang cerah menyambut semangat seorang gadis remaja yang sekarang tengah mengumpulkan energi untuk untuk mengikuti upacara yang selalu diadakan setiap hari Senin. Nisa, gadis terlihat ceria dengan senyumanya itu seperti tidak menunjukan penderitaan dalam kehidupannya selama ini. Namun kenyataan berbanding terbalik dengan keceriaannya. Kehidupan Nisa berubah setelah ia mengidap penyakit Diabetes yang bersarang ditubuhnya sejak 6 tahun yang lalu. Hari-harinya ditemani dengan setiap tusukan-tusukan jarum suntik serta pahitnya obat-obatan yang yang mampu membuatnya bertahan hidup. Rasa sakit yang ia rasakan selama ini menbuatnya tidak punya pilihan lain selain, mengonsumsi obat-obatan serta menusukan jarum suntik ketubuhnya setiap hari.
Nisa berbaris dibarisan tengah diantara teman-temannya. Nisa memang tidak terlalu unggul dalam pelajaran, namun karena kebaikannya ia memiliki banyak teman yang selalu menemaninya dan memberinya semangat hidup. Semangat Nisa tak bertahan lama. Saat upacara berlangsung, Nisa kehilangan konsentrasi, tubuhnya terasa berputar-putar namun Nisa terus mencoba menjaga keseimbangannya, tangannya mencoba meraih sesuatu tetapi taksampai. Akhirnya Nisa kehilangan kesadaran, tubuhnya terbaling lemas ditengah lapangan, beberapa teman segera menolong dan membawanya keruang uks.
Hampir sepuluh menit Nisa belum juga sadar dari pingsannya, nisa memang sering pingsan tapi tidak pernah sampai selama ini. Karena khawatir dengan keadaan Nisa, guru petugas uks membawa Nisa kerumah sakit yang sering Nisa kunjungi. Dokter disana sudah sangat mengenal Nisa karena, Nisa sudah menjadi pasien tetap dirumah sakit itu.
Nisa mulai tersadar dari komanya, matanya terus mengerjab-ngerjab, menelit setiap sudut ruangan yang tak asing di matanya. Setelah kesadarannya terkumpul dia merasakan tubuhnya yang telah terhubung dengan beberapa selang yang tak ingi ia hitung jumlahnya. Mata Nisa ulai berkaca-kaca saat tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Mulutnya terlihat mengucap sesuatu diiringi tangannya yang bergerak-gerak seakan memanggil seseorang. Nisa sadar suaranya tak dapat didengar oleh siapapun. Nisa menyerah dan diam sambil memandangi jam dinding yang menunjukan pukul 01.15. dengan keadaan sekitar yang sunyi senyap menunjukkan hari sudah malam dan waktunya untuk orang-orang beristirahat. Nisa mencoba kembali menutup matanya untuk bisa tertidur dan melupakan rasa sakit yang ia rasakan. Namun matanya seakan enggan untuk terpejam, seolah-olah ia sudah tidur dalam waktu yang lama.
Riuhnya pagi membuat senyum Nisa terbentuk kembali, meski semalaman ia terjaga sambil terus menahan rasa sakitnya. Energinya mulai terkumpul, tangan Nisa yang terhubung dengan selang infus mencoba meraih tangan ibunya yang semalaman tertidur di samping ia berbaring. Ibu Nisa terbangun dari tidurnya. Nisa memperlihatkan senyumnya kearah ibu yang sangat ia sayangi, Ibu memandangi Nisa sambil menitikan air mata bahagianya, ibunya bersyukur akhirnya putri kesayangannya terbangun setelah dua hari mengalami masa kritis. Setelah melihat senyum bahagia dari ibunya, Nisa telah melupakan rasa sakit ditubuhnya.
Setelah beberapa hari Nisa melewati masa pemulihan, setelah kondisinya kritis dan koma, akhirya Nisa diperbolehkan untuk pulang kerumahnya. Wajah ceria Nisa kembali terlihat meski ia menyadari kondisinya tidak begitu baik. Namun ia akan terus menunjukkan kebahagiaannya kepada semua orang yang mengenalnya, termasuk keluarga dan teman-temannya, yang kini menyambut kepulangan Nisa dari rumah sakit. Meski ia telah keluar dari rumah sakit bukan berarti Nisa tidak akan kembali kerumah sakit. Justru ia harus sering-sering kerumah sakit untuk mengontrol kesehatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar