Rabu, 25 Maret 2015

IMPOSSIBLE



IMPOSSIBLE
Oleh : Anisa Sandra Lencana

 

Udarapagi yang dinginmasihdapatkurasakan di kulittubuhku yang sudahdilapisidenganjakettebal.Akumenelusurijalan yang sangatasingdimataku, ditemanidenganterpaanangin di musimdingin. Akumemandangluassekitarkuyang dipenuhidenganwarna-warnibunga yang bermekarandanrerumputanhijau yang tumbuhluasmelapisitanah. HinggaAkumenyadariseseorang yang memakaibajuberwarnaserbaputihsedangberdirimenatapkudarijauh. PerlahanAkuberjalanmendekatinya, dannampaksebuahsenyuman tipis terukir di bibirnya, memperjelaswajah yang sangatakukenal. Akumemberanikandiriuntukmenyapanya, dengantatapantidakpercaya, Ia pun membalaskudenganramah, memperjelassuara yang hampirkudengarsetiaphari. Dan tanpaAkusadari, sudahada 10 orang yang berjajarrapidenganbaju yang samaberdiritidakjauhdaritempatkuberdiri. Dengantatapan yang masihtidakpercaya, tapitidakdiragukanlagi, Akuyakininimemangmeraka. Bukansenanglagi, iniadalahimpianku, Akubertemudengan SUPER JUNIOR, idolaku.Akumasihmenatapwajahmerekadalam, dansebuahtanganhangatkinimenggenggamtanganku, mengajakkuuntukberjalan. Kami berjalanmenelusuritempat yang akuyakinibukan di negaraku. Tidakadamusimdingindisana,tapi yang Akurasakandisinidingin, sangatdingin.Tidakpedulisedinginapapun yang akurasakan, sudahtidakterasalagidengankeberadaanmereka, Super Junior, yang saatinisedangbersamaku.
***
          Diluar kesadaranku, Aku mendengar suara ibuku yang tengah memanggilku membuatku tersadar dari mimpi tidur siangku. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Dimana ini? Nyawaku belum terkumpul seutuhnya. Tempat tidur, meja, lemari, poster Super Junior. Eh? Ini kamarku. Dan telapak tanganku, seolah masih bisa kurasakan genggaman tangan tadi, seperti nyata. “Jadi, Aku bertemu Super Junior itu hanya mimpi?” batinku kesal. Aku menatap poster besar Super Junior yang menempel di dinding kamarku, dengan tersenyum. “Haha... sangat tidak mungkin bisa bertemu dengan kalian, Impossible!” gumamku, menatap satu per satu wajah tampan mereka.
***
          Namaku Anisa, seorang murid SMA biasa, di salah satu SMA Negeri Gondangrejo, Jawa Tengah. Umurku 15 tahun dan Aku duduk di kelas X. Aku tidak punya prestasi yang dapat dibanggakan. Aku sangat menyukai musik dan lagu-lagu luar, salah satunya dari Korea Selatan atau sering disebut K-pop. Aku mulai menggemari K-pop sejak kelas 5 SD atau lebih dikenal sebagai K-poper. Selama ini musik K-pop sudah banyak memberiku motivasi dan Inspirasi, bisa dibilang musik adalah bagian dari hidupku. Kedengarannya berlebihan, tapi memang begitu keadaannya. Hampir semua lagu di handphone ku adalah K-pop dan sudah pasti setiap hari Aku mendengarkannya. Bahkan acara tv yang aku tonton hanya acara-acara yang berhubungan dengan Korea,  seperti drama korea dan acara musik Korea yang tayang di tv Indonesia, hampir jarang mengikuti acara tv seperti sinetron indonesia. Salah satu grup idol Korea yang paling kusuka adalah Super Junior, kelompok beranggotakan 11 orang laki-laki. Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Siwon, Kyuhyun, Yesung, Ryeowook, Kangin, Heechul, Shindong, adalah member Super Junior. Dan salah satu anggota favoritku adalah Lee Hyuk Jae atau yang akrab dipanggil Eunhyuk, seorang Leader Dance sekaligus rapper di Super Junior. Julukannya adalah Dance Machine of Super Junior.
Aku sangat menyukai Eunhyuk, Aku sangat mencintainya. Cinta seorang penggemar kepada idolanya, atau mungkin lebih dari itu. Aku ingin bertemu dengannya, berteman dengannya, kalau bisa Aku ingin menjadi pacarnya. Hahaha, tidak, Aku tahu itu tidak mungkin. Aku sadar Aku sangat berbeda, beda status, umur, pokoknya semuanya berbeda. Dia adalah seorang idol terkenal di Asia bahkan dunia dan aku hanyalah siswi SMA biasa. Umur kami berbeda 14 tahun. Dia berbicara dengan bahasa korea, aku berbicara dengan bahasa Indonesia. Dia seorang idola yang dipuja-puja, sedangkan aku hanya seorang penggemar yang bahkan tidak dikenalnya.
          Terkadang aku merasa sedih dan marah ketika harus menerima kenyataan bahwa, Aku hanya bisa melihat mereka di rumah. Kurang puas rasanya, melihat wajah mereka yang tampan, mendengar suara mereka yang merdu, hanya lewat tv. Kalau saja Aku terlahir di keluarga kaya, mungkin Aku bisa menonton setiap konser mereka, menatapnya langsung, bahkan pergi ke korea untuk bertemu langsung. Tapi kenyataannya berbeda, bertemu langsung dengan Super Junior. Super Junior adalah impian yang mustahil. Menabung untuk membeli tiket konsernya pun, aku tidak bisa melakukannya. Andai saja ada orang yang ingin memberiku hadiah. Aku tidak mau hadiah apapun dari orang lain, Aku hanya minta satu hadiah saja yaitu bertemu dengan idolaku, Super Junior. Aku tahu semua itu tidak mungkin terjadi, sangat Impossible. Bisa bertemu dengan mereka itu sangat sulit, cukup sebatas mimpi. Menyedihkan bukan? Satu kata untukku saat ini....
Kasihan...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar