Sabtu, 18 Juli 2015
Kamis, 26 Maret 2015
SAHABATKU
SAHABATKU
Oleh : Nurul Hidayah
Masa-masa SMP adalah masa yang tidak bisa ku lupakan.
Bertemu dengan kawan-kawan baik yang selalu ada di sisiku, terutama Ida dan
Sita. Kami selalu bersama dalam suka dan duka. Misalnya, waktu dulu ketika
ujian berlangsung, Ida sedang sakit, dan aku selalu siap menemaninya ke dokter. Begitu juga
dengan dia yang selalu membantuku jika aku sedang bersusah hati.
Hari demi hari setelah ujian, waktu yang ku
tunggu-tunggu sekaligus kutakuti, Perpisahan sekolah membuatku sangat sedih
karena aku harus berpisah dengan teman-temanku yang baik hati dan juga ramah. Saking
terbawa suasana haru biru perpisahan itu, Sita, sahabatku, sampai pingsan
karena menangis. Ku seka air mataku, tapi kurasa itu sia-sia, air mata terus
membajiri pipiku. Aku berkata “Bagaimana kita bertemu lagi?”, sambil terisak,
juga memeluk tubuh Ida. Lalu Ida menjawab, “Yang sabar, Waktu dan ruang tidak
akan bisa memisahkan persahabatan kita,kok.” Kemudian Sita datang, nampaknya ia
sudah sadar dari pingsannya beberapa menit yang lalu, ia langsung duduk di
kursi sampingku, mengeluskan tangannya ke bahuku, berusaha menenangkan. “Kamu
kenapa kawan?” tanya Sita kepadaku, “Dia lagi sedih karena kita tidak bisa
bersama lagi.” Sahut Ida. “Sudah jangan pikirkan itu. Kan kalau waktu sekolah
pulang pagi atau libur sekolah bisa berkumpul lagi.” Kata Sita dengan ceria,
berusaha menenangkanku. “Bukan begitu, teman-teman. Aku sangat membutuhkan kalian.
Hampir 3 tahun bersama, hampir setiap hari pula, mengapa waktu begitu cepat
memisahkan kita? Karena kalian adalah semangatku. Saat aku bersedih, hanya
kalian yang ada di sisiku. Hanya kalian tempat aku mencurahkan kesedihanku,
tapi kenapa kita sudah berpisah secepat ini?!” jawabku, agak histeris. Ida dan
Sita hanya mengelus-elus punggungku.
Aku tidak mengerti kenapa aku begitu histeris kali
ini, mungkin mengingat kenyataan bahwa nanti aku harus bertemu dengan
teman-teman baru di SMA, dan juga harus memulai adaptasi sekali lagi. Aku takut
dengan tidak adanya Ida dan Sita di sisiku, aku akan merasa kaku dan kesepian.
Setelah perpisahan selesai, waktunya kami pulang.Aku
tidak ingin melewatkan hari itu dengan cepat, apalagi jika sudah bersama Ida
dan Sita, lebih baik aku menghabiskan waktu bersama mereka hari itu selagi bisa.
“Kita sudah berteman hampir 3 tahun, kita tidak boleh melupakan masa-masa indah
waktu kita SMP. Apalagi melupakan sesama temannya sendiri, kita hanya bisa
berdoa dan biar kita diberi sehat serta bisa memasuki sekolah favorit untuk
mencapai cita-cita kita. Berjanjilah padaku, bahwa kalian tidak akan
melupakanku.” Kata Ida, ia tersenyum hangat. “Ya, aku janji. Asalkan kamu juga
jangan lupain aku.” Ucapku menyetujui, “Aku juga!” timpal Sita sambil tersenyum
ceria.
****
Dan sekarang aku benar-benar memegang
janjiku, aku tidak akan pernah melupakan mereka, yang telah menjadikan masa
SMP-ku lebih berwarna. Teman-teman yang senantiasa membangkitkanku ketika
jatuh, menangis bersamaku ketika aku sedih, dan tertawa bersama saat kami
bahagia. Sita dan Ida, mereka adalah anugerah terbaik yang diberikan Tuhan
kepadaku sejauh ini. Sosok mereka tidak akan pernah tergantikan dalam memori
persahabatan. Aku sayang kalian, Sahabatku.
DI BALIK PANDANGAN MATA
DI BALIK PANDANGAN MATA
Oleh : Galuh Juni P
Kejadian
ini terjadi ketika Aku berada di salah satu pusat perbelanjaan atau dalam
bahasa inggris disebut “MALL”. Hobiku adalah jalan-jalan, tetapi Aku tidak suka
bepergian ke tempat wisata yang terlalu mahal. Aku biasa jalan-jalan di pantai
atau di mall. Seperti kebiasaanku sebelumnya, Aku berkunjung ke mall sebenarnya
bukan untuk belanja, tetapi hanya sekedar refreshing untuk menghilangkan penat
karena kesibukan sehari-hari ditambah lagi dengan banyaknya tugas-tugas di
sekolah.
Sama
dengan hari-hari biasanya, Aku tidak suka mengenakan pakaian yang terlalu
glamour, cukup dengan berpakaian ala kadarnya saja yang penting rapi dan sopan.
Namun nampaknya hari itu bukan hari keberuntunganku. Ketika berada di mall
denga santainya Aku berjalan dan pandangan mataku hanya tertuju pada aksesoris
yang mempesona, tanpa menghiraukan banyaknya pengunjung di mall! YEAAHH Serasa
di rumah sendiri. Akupun cuek dengan penampilanku saat ini, apalagi banyak
pengunjung wanita di mall tersebut yang mayoritas mengenakan pakaian mewah,
sepatu berhak tinggi dan tas kecil yang mereka bawa. Bisa dikatakan mirip
seperti orang yang hendak ke pesta.
Satu
persatu pengunjung mall memandangku sambil menghentikan langkah mereka sejenak,
lalu terenyum padaku. Karena mereka tersenyum padaku Akupun membalasnya dengan
senyum, awalnya Aku tidak merasakan keanehan dari sikap meraka padaku. Aku
hanya berbicara dan bertanya-tanya di dalam hatiku saja, sembari berpikir”Apa
memang karena orang Indonesia terkenal dengan keramahannya ya..!!! Hehehe...
atau karena penampilanku yang tidak semodis mereka, sehingga mereka sampai
memandangku seperti itu.”
Tapi
sejujurnya Aku tidak terlalu curiga dengan sikap mereka padaku dan Aku tetap
berfikir positif kepada mereka. Sambil terus berjalan, Aku tetap cuek dan biasa
-biasa saja, karena menurutku tidak ada yang aneh dengan diriku. Aku tetap
menikmati jalan-jalanku hari itu. Dan... Akupun berhenti ditempat yang
dikhususkan untuk memamerkan berbagai macam boneka yang imut dan lucu, rasanya
ingin kubeli boneka yang imut dan lucu tadi. Sayangnya dompetku tertinggal
dijok motor, Aku memutuskan untuk mengambil dompet dijok motor sebentar.
Mendadak langkahku terhenti dikarenakan seorang karyawan mall menyapaku”Mbak”
ujarnya sambil tersenyum, Akupun membalasnya dengan jawaban “ya” sambil terus melanjutkan langkahku menuju
tempat parkir.
Di
sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, pengunjung mall tetap memandangku
sambil tersenyum, baru kemudian Aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Tapi
biarlah mungkin hanya perasaanku saja atau karena mereka mengagumiku!!!. Tak
perlu waktu yang lama akhirnya Aku tiba di tempat parkir, petugas parkirpun
tersenyum sambil memandangku. Karena rasa penasaran dari sikap aneh mereka
Akupunmemberanikan diri untukbertanya”Ada apa ya Pak?”,tukang parkir itu
menjawab sambil tertawa”Sandal yang Mbak pakai beda” jawabnya malu-malu.
Ternyata benar sandal yang kukenakan berbeda sebelah. Rasa malu yang luar biasa
muncul dalam diriku.
Tanpa
berfikir lagi, Aku kemudian membayar parkir motor lalu melepas sandal yang
kupakai tadi dan bergegas pulang tanpa alas kaki. Akhirnya kini Aku tahu
mengapa orang-orang didalam mall tadi tersenyum sambil memandangku. Dan anehnya
Aku tidak sadar bahwa sandal yang Aku kenakan beda sebelah sejak tadi. Boneka
impian tak jadi kubeli malah rasa malu yang kudapat. Dugaanku ternyata salah,
kufikir mereka tersenyum padaku dikarenakan kagum padaku, ternyata semua tak
sebaik yang kufikirkan. Hehehehe...
Rabu, 25 Maret 2015
SEKOLAH TERCINTAKU
SEKOLAH TERCINTAKU
Oleh : Milda Nisco Evayasi
Pagi itu,di kelas X-2 SMAN 1 GONDANGREJO.....
“Caranya, jumlah semua data dibagi
banyaknya data” bu Ririn memberikan rumus untuk menjawab pertanyaan.
Setelah dua jam
kemudian.....Teeet....!teeet.....! bel berbunyi bertanda jam istirahat telah
tiba. Aku, Ifa dan Erika pergi ke kantin. ”Kalian mau pesan apa ?” tanyaku
kepada kedua teman ku. “kita mau pesan nasi goreng seperti biasanya ya “ jawab
kedua teman ku dengan serempak.
Sembari menunggu pesanan datang kami
berbincang-bincang sedikit. “pesanan datang !” ucap bu kantin yang membawakan
kami tiga piring nasi goreng.
“terimakasih bu ....” ucapku.
“sama-sama” ucap bu kantin.
****
Pada keesokan harinya.....”sekarang buatlah gambar
dengan tema bebas “ ucap pak Eko guru seni budaya itu. Aku langsung mengambil
buku gambar dan menggambarinya menggunakan pensil. Sreet....sreeet....sreeet... “hem, bagaimana kalau begini ?emt terlalu kaku !.
kalau begini ? nah ini baru pas “ gumamku sembari menggoreskan pensil ke buku
gambar ku.
“Nah sekarang gambaranku sudah selesai....” aku
mengelus dahiku. Aku mengumpulkan gambaranku di meja pak eko. Karena sudah
selesai aku sudah boleh istirahat duluan. Aku pergi keperpustakaan. Hobiku
memang mendengarkan musik tapi, aku juga suka membaca. Buku-buku yang aku sukai
seperti novel, cerpen, majalah anak , pokoknya banyak deh.....!
Perpustakaan sekolahku juga bagus , hampir semua buku
ada di sana. Sampai-sampai aku bingung mau baca buku yang mana . akhinya
kuputuskan untuk mengambil buku ensiklopedia tentang air. Dari buku itu aku
banyak mendapatkan ilmu seperti warna air, proses terbentuknya air, dan air
tidak bisa habis karena mengalami siklus daur ulang. Oh ya! Ternyata sebagian
tubuh manusia juga mengandung air lho....! “wah ilmu yang kudapat cukup banyak
juga ya ....!”
Tiba-tiba “ BAAA...!” dua anak sebayaku sengaja
mengejutkan ku . “ Aaaaaa Ifa, Erika !” teriakku sangat kaget. “maaf
mengagetkan mu” ucap Erika.. “maaf yha “ timpal Ifa.. “iya gak papa kok “
jawabku kepada mereka kedua..
Teeet ..... teeet ...”bel berbunyi pertanda jam
istirahat sudah selesai. Kami bertiga pun langsung menuju kekelas. Jarak kelas
kami dari perpustakaan tidak terlalu jauh juga. Di kelas aku berbincang-bincang
dengan teman ku sembari menunggu bu guru datang, setelah beberapa menit
kemudian bu guru bahasa indonesia yaitu bu yuli telah datang. Kami pun
mengeluarkan lks pelajaran bahasa indonesia, “buka lks halaman 30, kita akan
membahas tentang cerpen” perintah bu yuli kepada kami semua. Kami pun
membukanya
Bu yuli memberi pertanyaan kepada kami ,” apa yang
dimaksud cerpen itu anak-anak”. Kami semua pun menjawab, “karangan pendek yang
berbentuk prosa yang dapat habis dibaca sekali duduk”. Ucap kami serentak.
Tidak lama kemudian , teeeet...... teeeet . teeeet jam
pelajaran sudah usai , sekarang waktunya untuk pulang kerumah
Sesampainya dirumah aku bergumam , aku sangat
mencintai sekolahku karena sekolahku lah yang memberiku ilmu yang bermanfaat
seperti di sekolah tadi. Rasanya aku ingin selalu berada di sekolah bersama
teman-teman terbaikku dan selalu bersama-sama selamanya.
KESAKITANKU KEHIDUPANKU
KESAKITANKU
KEHIDUPANKU
Pagi yang cerah menyambut semangat seorang gadis
remaja yang sekarang tengah mengumpulkan energi untuk untuk mengikuti upacara
yang selalu diadakan setiap hari Senin. Nisa, gadis terlihat ceria dengan
senyumanya itu seperti tidak menunjukan penderitaan dalam kehidupannya selama
ini. Namun kenyataan berbanding terbalik dengan keceriaannya. Kehidupan Nisa
berubah setelah ia mengidap penyakit Diabetes yang bersarang ditubuhnya sejak 6
tahun yang lalu. Hari-harinya ditemani dengan setiap tusukan-tusukan jarum suntik
serta pahitnya obat-obatan yang yang mampu membuatnya bertahan hidup. Rasa
sakit yang ia rasakan selama ini menbuatnya tidak punya pilihan lain selain,
mengonsumsi obat-obatan serta menusukan jarum suntik ketubuhnya setiap hari.
Nisa berbaris dibarisan tengah diantara
teman-temannya. Nisa memang tidak terlalu unggul dalam pelajaran, namun karena
kebaikannya ia memiliki banyak teman yang selalu menemaninya dan memberinya
semangat hidup. Semangat Nisa tak bertahan lama. Saat upacara berlangsung, Nisa
kehilangan konsentrasi, tubuhnya terasa berputar-putar namun Nisa terus mencoba
menjaga keseimbangannya, tangannya mencoba meraih sesuatu tetapi taksampai.
Akhirnya Nisa kehilangan kesadaran, tubuhnya terbaling lemas ditengah lapangan,
beberapa teman segera menolong dan membawanya keruang uks.
Hampir sepuluh menit Nisa belum juga sadar dari
pingsannya, nisa memang sering pingsan tapi tidak pernah sampai selama ini.
Karena khawatir dengan keadaan Nisa, guru petugas uks membawa Nisa kerumah
sakit yang sering Nisa kunjungi. Dokter disana sudah sangat mengenal Nisa
karena, Nisa sudah menjadi pasien tetap dirumah sakit itu.
Nisa mulai tersadar dari komanya, matanya terus
mengerjab-ngerjab, menelit setiap sudut ruangan yang tak asing di matanya.
Setelah kesadarannya terkumpul dia merasakan tubuhnya yang telah terhubung
dengan beberapa selang yang tak ingi ia hitung jumlahnya. Mata Nisa ulai
berkaca-kaca saat tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Mulutnya terlihat
mengucap sesuatu diiringi tangannya yang bergerak-gerak seakan memanggil
seseorang. Nisa sadar suaranya tak dapat didengar oleh siapapun. Nisa menyerah
dan diam sambil memandangi jam dinding yang menunjukan pukul 01.15. dengan
keadaan sekitar yang sunyi senyap menunjukkan hari sudah malam dan waktunya untuk
orang-orang beristirahat. Nisa mencoba kembali menutup matanya untuk bisa
tertidur dan melupakan rasa sakit yang ia rasakan. Namun matanya seakan enggan
untuk terpejam, seolah-olah ia sudah tidur dalam waktu yang lama.
Riuhnya pagi membuat senyum Nisa terbentuk kembali,
meski semalaman ia terjaga sambil terus menahan rasa sakitnya. Energinya mulai
terkumpul, tangan Nisa yang terhubung dengan selang infus mencoba meraih tangan
ibunya yang semalaman tertidur di samping ia berbaring. Ibu Nisa terbangun dari
tidurnya. Nisa memperlihatkan senyumnya kearah ibu yang sangat ia sayangi, Ibu
memandangi Nisa sambil menitikan air mata bahagianya, ibunya bersyukur akhirnya
putri kesayangannya terbangun setelah dua hari mengalami masa kritis. Setelah
melihat senyum bahagia dari ibunya, Nisa telah melupakan rasa sakit ditubuhnya.
Setelah beberapa hari Nisa melewati
masa pemulihan, setelah kondisinya kritis dan koma, akhirya Nisa diperbolehkan
untuk pulang kerumahnya. Wajah ceria Nisa kembali terlihat meski ia menyadari
kondisinya tidak begitu baik. Namun ia akan terus menunjukkan kebahagiaannya
kepada semua orang yang mengenalnya, termasuk keluarga dan teman-temannya, yang
kini menyambut kepulangan Nisa dari rumah sakit. Meski ia telah keluar dari
rumah sakit bukan berarti Nisa tidak akan kembali kerumah sakit. Justru ia
harus sering-sering kerumah sakit untuk mengontrol kesehatannya.
IMPOSSIBLE
IMPOSSIBLE
Oleh : Anisa Sandra
Lencana
Udarapagi yang
dinginmasihdapatkurasakan di kulittubuhku yang
sudahdilapisidenganjakettebal.Akumenelusurijalan yang sangatasingdimataku,
ditemanidenganterpaanangin di musimdingin. Akumemandangluassekitarkuyang dipenuhidenganwarna-warnibunga
yang bermekarandanrerumputanhijau yang tumbuhluasmelapisitanah.
HinggaAkumenyadariseseorang yang
memakaibajuberwarnaserbaputihsedangberdirimenatapkudarijauh.
PerlahanAkuberjalanmendekatinya, dannampaksebuahsenyuman tipis terukir di
bibirnya, memperjelaswajah yang sangatakukenal.
Akumemberanikandiriuntukmenyapanya, dengantatapantidakpercaya, Ia pun
membalaskudenganramah, memperjelassuara yang hampirkudengarsetiaphari. Dan
tanpaAkusadari, sudahada 10 orang yang berjajarrapidenganbaju yang
samaberdiritidakjauhdaritempatkuberdiri. Dengantatapan yang masihtidakpercaya,
tapitidakdiragukanlagi, Akuyakininimemangmeraka. Bukansenanglagi,
iniadalahimpianku, Akubertemudengan SUPER JUNIOR,
idolaku.Akumasihmenatapwajahmerekadalam, dansebuahtanganhangatkinimenggenggamtanganku,
mengajakkuuntukberjalan. Kami
berjalanmenelusuritempat yang akuyakinibukan di negaraku.
Tidakadamusimdingindisana,tapi yang Akurasakandisinidingin,
sangatdingin.Tidakpedulisedinginapapun yang akurasakan, sudahtidakterasalagidengankeberadaanmereka,
Super Junior, yang saatinisedangbersamaku.
***
Diluar kesadaranku, Aku mendengar suara
ibuku yang tengah memanggilku membuatku tersadar dari mimpi tidur siangku. Aku
mengerjapkan mataku berkali-kali. Dimana ini? Nyawaku belum terkumpul
seutuhnya. Tempat tidur, meja, lemari, poster Super Junior. Eh? Ini kamarku.
Dan telapak tanganku, seolah masih bisa kurasakan genggaman tangan tadi,
seperti nyata. “Jadi, Aku bertemu Super Junior itu hanya mimpi?” batinku kesal.
Aku menatap poster besar Super Junior yang menempel di dinding kamarku, dengan
tersenyum. “Haha... sangat tidak mungkin bisa bertemu dengan kalian,
Impossible!” gumamku, menatap satu per satu wajah tampan mereka.
***
Namaku Anisa, seorang murid
SMA biasa, di salah satu SMA Negeri Gondangrejo, Jawa Tengah. Umurku 15 tahun
dan Aku duduk di kelas X. Aku tidak punya prestasi yang dapat dibanggakan. Aku
sangat menyukai musik dan lagu-lagu luar, salah satunya dari Korea Selatan atau
sering disebut K-pop. Aku mulai menggemari K-pop sejak kelas 5 SD atau lebih
dikenal sebagai K-poper. Selama ini musik K-pop sudah banyak memberiku motivasi
dan Inspirasi, bisa dibilang musik adalah bagian dari hidupku. Kedengarannya
berlebihan, tapi memang begitu keadaannya. Hampir semua lagu di handphone ku
adalah K-pop dan sudah pasti setiap hari Aku mendengarkannya. Bahkan acara tv
yang aku tonton hanya acara-acara yang berhubungan dengan Korea, seperti drama korea dan acara musik Korea
yang tayang di tv Indonesia, hampir jarang mengikuti acara tv seperti sinetron
indonesia. Salah satu grup idol Korea yang paling kusuka adalah Super Junior,
kelompok beranggotakan 11 orang laki-laki. Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, Sungmin,
Siwon, Kyuhyun, Yesung, Ryeowook, Kangin, Heechul, Shindong, adalah member Super
Junior. Dan salah satu anggota favoritku adalah Lee Hyuk Jae atau yang akrab
dipanggil Eunhyuk, seorang Leader Dance sekaligus rapper di Super Junior.
Julukannya adalah Dance Machine of Super
Junior.
Aku sangat menyukai Eunhyuk, Aku sangat
mencintainya. Cinta seorang penggemar kepada idolanya, atau mungkin lebih dari
itu. Aku ingin bertemu dengannya, berteman dengannya, kalau bisa Aku ingin
menjadi pacarnya. Hahaha, tidak, Aku tahu itu tidak mungkin. Aku sadar Aku sangat
berbeda, beda status, umur, pokoknya semuanya berbeda. Dia adalah seorang idol
terkenal di Asia bahkan dunia dan aku hanyalah siswi SMA biasa. Umur kami
berbeda 14 tahun. Dia berbicara dengan bahasa korea, aku berbicara dengan
bahasa Indonesia. Dia seorang idola yang dipuja-puja, sedangkan aku hanya seorang
penggemar yang bahkan tidak dikenalnya.
Terkadang aku merasa sedih
dan marah ketika harus menerima kenyataan bahwa, Aku hanya bisa melihat mereka
di rumah. Kurang puas rasanya, melihat wajah mereka yang tampan, mendengar
suara mereka yang merdu, hanya lewat tv. Kalau saja Aku terlahir di keluarga
kaya, mungkin Aku bisa menonton setiap konser mereka, menatapnya langsung,
bahkan pergi ke korea untuk bertemu langsung. Tapi kenyataannya berbeda,
bertemu langsung dengan Super Junior. Super Junior adalah impian yang mustahil.
Menabung untuk membeli tiket konsernya pun, aku tidak bisa melakukannya. Andai
saja ada orang yang ingin memberiku hadiah. Aku tidak mau hadiah apapun dari
orang lain, Aku hanya minta satu hadiah saja yaitu bertemu dengan idolaku,
Super Junior. Aku tahu semua itu tidak mungkin terjadi, sangat Impossible. Bisa
bertemu dengan mereka itu sangat sulit, cukup sebatas mimpi. Menyedihkan bukan?
Satu kata untukku saat ini....
Langganan:
Postingan (Atom)
